Jumat, 27 Agustus 2010

the Power of None_chada: Park shin Hye dan jang geun suk??

the Power of None_chada: Park shin Hye dan jang geun suk??

Park shin Hye dan jang geun suk??


siapa yang tidak tahu serial you are beutifull

serial yang dibintangi oleh jang Geun suk(tai kyong), park shin hye(go mi nam), lee hong ki(jeremy), jung Yong hwa(xin whu)sukses berat di korea , dan Asia Tenggara.

Serial ini sukses mendapatkan hati para pemirsanya terutama kaum remaja.
Pembicaraan tentang bintang-bintangnya selalu menarik untuk didiskusikan, terutama gosip kedekatan jang geun suk dan Park shin hye.

Dalam 2 hari ini saya mencari info tentang mereka berdua, dan saya menemukan fakta bahwa sebenarnya mereka berdua ialah tipe yang diidamkan masing-masing.
dalam sebuah interview,jang geun suk mengaku bahwa dia menyukai tipe wanita yang keibuan(feminim, dia juga mengatakan Park Shin hye sangat feminim, "kami semua mengupasnya dengan gigi, tapi dia mengambil pisau dan memotongnya, akhirnya dia memotongkan untk kami semua".
li hong ki bertanya pada hye"diantara tokoh AN.jell yang mana yang kamu paling sukai? tae kyung.




Ada lagi,jaJGS sangat suka menggoda Hye. "aku naksir berat denganmu", tapi hye cuma merespon dengan ketawa-kwtawa, atau "OPPa...!",

"Oh.....god....., padahal fans mereka sangad ingin mereka jadian.
mereka bakal jadi perfect couple...."

baiklah kawan-kawan, kita doakan saja mereka!
semoga keinginan kita tercapai.....

Kamis, 28 Januari 2010

Asap yang berhembus menari-nari di ubun-ubunku
Dalam duduk santai kala sore
Kupahami terlalu cepat angina membawanya
Sampai tak sempat menarik nafas
Atau memegangnya dengan sentuhan refleks

Belum sempat bercerita
Juga menerjemahkan
Tiap geriknya dalam bahasa manusia

Aku terlalu berhati-hatikah?
Terlalu lambankah?
Dalam menerka dimana api diletakkan

Dan etalase lebih dulu memenjara
Mataku belum selesai menerjemahkan
Tarian asap

Lirih menggantinya
Berdansa denganku
Di rona abu-abu
Yang tertinggal di dinding


MENJAUH

Berbahasa sunyi
Kulantunkan nada-nada yang mengamuk
Membendung tiap jengkal rindu
Yang harus kau bawa pulang

Menyirip kupotong sayap-sayap kertasmu
tiap kali ada nafas yang bau melati

kuhempas tiap terbesit potretmu
di paparan bau kenannga
mengundang arwahmu
mengusik satu gram ketenangan yang kucoba
nyalakan

kucekik hatiku
tiap kali tergoda
secangkir yang bertengger di tanganmu

kututup setiap kudengar
hatiku merengek
dalam inginku
membangun negeri di balik sol sepatu
yang tak terjangkau bau melati

SAMPAI RASAKAN

Mengepak jiwa di paparan surya yang membuncah
Saat elegi menjadi hiburan di warung remang atau kala menunggu bus kota

Ada sekeping emas kulihat di sakumu

Tapi kau diam

Menikmati elegi itu

Sampai anakmu,
Istrimu,
Ibumu,
Yang begini
Baru tahu rasa

KELUH

Ada belalang tersesat
Maaf, aku Cuma diamkan saja
Berkabung dalam derunya
Aku sudah terpinggirkan dunia

Sayang, Nyamuk tidak pernah mengerti
Aku senang
Sedih
Ia tetap rakus

Ya Tuhan, Ini zaman susah.


TEATRIKAL ALAM

Aku terbenam
Di perut ular kepala dua

Cahaya temaram menembus mulutnya

Oh…rupanya

Asap yang berhembus menari-nari di ubun-ubunku

Dalam duduk santai kala sore

Kupahami terlalu cepat angina membawanya

Sampai tak sempat menarik nafas

Atau memegangnya dengan sentuhan refleks

Belum sempat bercerita

Juga menerjemahkan

Tiap geriknya dalam bahasa manusia

Aku terlalu berhati-hatikah?

Terlalu lambankah?

Dalam menerka dimana api diletakkan

Dan etalase lebih dulu memenjara

Mataku belum selesai menerjemahkan

Tarian asap

Lirih menggantinya

Berdansa denganku

Di rona abu-abu

Yang tertinggal di dinding

MENJAUH

Berbahasa sunyi

Kulantunkan nada-nada yang mengamuk

Membendung tiap jengkal rindu

Yang harus kau bawa pulang

Menyirip kupotong sayap-sayap kertasmu

tiap kali ada nafas yang bau melati

kuhempas tiap terbesit potretmu

di paparan bau kenannga

mengundang arwahmu

mengusik satu gram ketenangan yang kucoba

nyalakan

kucekik hatiku

tiap kali tergoda

secangkir yang bertengger di tanganmu

kututup setiap kudengar

hatiku merengek

dalam inginku

membangun negeri di balik sol sepatu

yang tak terjangkau bau melati

SAMPAI RASAKAN

Mengepak jiwa di paparan surya yang membuncah

Saat elegi menjadi hiburan di warung remang atau kala menunggu bus kota

Ada sekeping emas kulihat di sakumu

Tapi kau diam

Menikmati elegi itu

Sampai anakmu,

Istrimu,

Ibumu,

Yang begini

Baru tahu rasa

KELUH

Ada belalang tersesat

Maaf, aku Cuma diamkan saja

Berkabung dalam derunya

Aku sudah terpinggirkan dunia

Sayang, Nyamuk tidak pernah mengerti

Aku senang

Sedih

Ia tetap rakus

Ya Tuhan, Ini zaman susah.

TEATRIKAL ALAM

Aku terbenam

Di perut ular kepala dua

Cahaya temaram menembus mulutnya

Oh…rupanya

Selasa, 17 November 2009

Diary Berkilauan

Sekarang aku baru sadar pentingnya
sebuah catatan harian.
Kalau dipikir-pikir catatan harian itu adalah sebuah investasi. Kenapa?
Karena kita menabung kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa, yang bisa dijadikan pembanding, bisa dijadikan inspirasi, catatan bersejarah, dan bukti valid tentang diri kita dalam ruang lingkup apa adanya.
Bukan tidak mungkin kita juga meraup rupiah dari catatan harian itu.
Misalnya, kamu jadi orang terkenal, dari buku harian itulah orang akan mendapatkan data-data diri anda, atau anda sendiri yang akan menulis autobiografi, sebagai ide penulisan buku, atau inspirasi untuk menulis novel, dsb.

Kamu sulit meluapkan emosi, nggak punya tempat curhat yng OK, diary -lah jawaban nya.

Tuliskan emosi kamu hari ini, dan esok, kamu bakal tertawa sendiri saat membacanya. Bisa sekaligus dijadikan hiburan, bukan?